Ada yang beda saat kita hadir di gelaran Hari Teknologi Nasional di Serpong 11 Agustus 2011 lalu. Ada sebuah kendaraan yang bodinya tampak mirip dengan mobil balap kelas formula dari McLaren atau Ferrari. Tapi rupanya bukan. Inilah sebuah kado manis bagi Bangsa Indonesia yang akan merayakan kemerdekaan ke-66. Mobil balap yang dimaksud sebagai kado ini didapat dari Andre Mulyadi, pimpinan Signal Custom Built yang selama ini aktif di bidang modifikasi kendaraan. Kali ini Andre menghasilkan prototipe mobil balap bertenaga listrik.
Ya, benar. Sebuah mobil balap. Kendaraan pacu ini dinamai Signal Kustom Electric Vehicle 1(SKEV-1). Andre tak sendirian menggarap proyek ini. Dia dibantu Auto Vision dan Alpine yang spesialis dalam hal lampu dan sistem audio. Juga ada nama Abdul Hapid dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Mobil balap ini menggunakan baterai yang jika terisi penuh maka mobil dapat melaju pada kecepatan 140 kilometer per jam. Pengisian baterai juga sederhana. Dapat diisi dari listrik rumah tangga dengan voltase 220 selama 4 jam. Dengan charger khusus malah bisa hanya 20 menit.
Mesin mobil awalnya menggunakan Honda Genio tahun 1993. Setelah diotak-atik, tinggal system transmisi Genio yang tersisa. Abdul Hapid mencangkokkan motor listrik bertenaga 60 daya kuda dan baterai ion lithium 96 volt dan kapasitas 200 Amphere. Andre membuat bodi dari serat karbon, logam dan serat kaca. Semua, dari bodi, fender, sasis dan suspense dibuatnya sendiri. Biar tampak garang, empat ban Pirelli terpasang dengan ukuran 295/30 ZR19 di depan dan 355/25 ZR19 di belakang. Sistem rem memakai piston Brembo dari Italia.
Salah satu inovasi dalam karya ini ialah teknologi daur ulang listrik, yaitu Energy Recovery Brake System (ERBS). Maksudnya, tenaga yang keluar saat mobil direm tidak terbuang percuma. Namun didaur ulang untuk mengisi baterai.
Maka dengan hasil ini, patutlah kita membayangkan SKEV-1 ini dapat terus dikembangkan. Bukan tak mungkin lima tahun ke depan pabrikan Indonesia sudah bisa dipakai berlaga di perlombaan internasional. Berpacu bersama pabrikan lain seperti Ferrari atau McClaren. Seperti ucapan Andre kepada tempointeraktif.com, “Kami bangga membuktikan Bangsa Indonesia bisa menghasilkan karya bagus.”